Slide 1 title

Teknik Komputer Jaringan

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, 10 November 2014

Hubungan Hardware dengan Kernel, Shell, dan Users

Hubungan Hardware dengan Kernel, Shell, dan User



Saya disini akan mengeshare Hubungan Hardware dengan Kernel, Shell, dan User. terlebih dahulu, saya ingin memberikan pengertian tentang Hardware, Kernel, Shell, dan User.

- Perangkat keras (Hardware) adalah merupakan komponen-komponen atau semua bagian-bagian berbentuk fisik yang ada di komputer.

- Kernel adalah jembatan antara hardware dan aplikasi-aplikasi yang menerjemahkan bahasa software sehingga mampu di mengerti oleh hardware dan hardware akan segera memprosesnya sesuai dengan permintaan. Akibatnya hal tersebut memungkinkan pengguna untuk menggunakan atau bekerja dengan komputernya melalui software.

- Shell dalam komputer adalah salah satu jenis bawaan program sistem operasi (seringnya merupakan program terpisah dari inti sistem operasi) yang menyediakan/menjembatain langsung antara pengguna (user) dan sistem operasi.

- User adalah setiap orang yang terlibat dalam kegiatan pemanfaatan komputer atau sistem pengolahan data. Brainware juga dapat diartikan sebagai perangkat intelektual yang mengoperasikan dan mengeksplorasi kemampuan dari hardware komputer maupun software komputer. Tanpa adanya brainware ini mustahil hardware dan software yang canggih sekalipun dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Jika anda ingin download documentnya, anda bisa download disini atau anda ingin melihat documentnya tanpa mendownloadnya. Anda bisa lihat dibawah ini:

Sunday, 9 November 2014

Perlawanan Rakyat Mataram kepada Belanda

Perlawanan Rakyat Mataram kepada Belanda

Saya disini akan mengepost "Perlawanan Rakyat Mataram kepada Belanda". apabila anda ingin mendownload documentnya klik disini, jika ingin melihat documentnya saja tanpa mendownload. anda bisa melihat dibawah ini:


Friday, 7 November 2014

Penjelasan Master Boot Record (MBR)

Master Boot Record (MBR)

Master Boot Record (MBR) adalah tipe spesial dari boot sector saat awal hardisk komputer di partisi. MBR memegang informasi tentang logical parisi, yang berisi file system, yang mengatur sistem tersebut. Selain itu, MBR juga berisi kode exe yang berfungsi sebagai sistem operasi yang berdiri sendiri sebagai rantai pengatur paritsi dari Volume Boot Record (VBR).

MBR tidak hadir pada removable storage yang tidak terpartisi seperti Floppy, CD, DVD, Flashdisk atau alat penyimpanan lain yang berfungsi seperti perangkat tersebut. Awalnya konsep MBR telah diterapkan pada tahun 1983. Dengan volume penyimpanan yang sekarang sudah semakin besar hingga 2 TB, MBR sepertinya sudah menjadi pembatas pada tahun 2010. Kini beberapa proses MBR digantikan dengan GUID Partition Table (GPT) yang digunakan oleh komputer baru. GPT bisa berdampingan dengan MBR yang berfungsi untuk memberikan kompatibilitas pada system yang lama.

Pada saat melakukan proses booting, Master Boot Record memiliki tugas-tugas berikut ini:

1. Mencari partisi yang aktif (yang dapat melakukan proses booting) dalam tabel partisi
2. Mencari sektor pertama dari partisi yang aktif untuk mendapatkan boot sector dari partisi
3. Memuat salinan boot sector dari partisi yang aktif ke dalam memori
4. Memberikan kontrol selanjutnya kepada kode yang dapat dieksekusi di dalam boot sector

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/7/71/Struktur-MBR.png/200px-Struktur-MBR.png

Fungsi Master Boot Record


- Menyimpan informasi tentang Sistem Operasi kemudian akan dibaca oleh Bios
- Menyimpan Boot loader
- Menyimpan Tabel Partisi

Skema Partisi Master Boot Record 
             

Skema Partisi Master Boot Record (MBR) sebuah skema partisi yang menggunakan struktur Master Boot Record. Di dalam Master Boot Record, terdapat sebuah tabel partisi yang menjelaskan di mana partisi-partisi diletakkan di dalam hard disk. Skema partisi ini hanya terdapat di dalam sistem Intel x86, dan diimplementasikan dalam system BIOS sistem tersebut.

Dalam skema partisi ini, partisi terbagi menjadi tiga buah jenis, yakni:

-  Primary Partition atau partisi utama, yakni partisi yang dapat digunakan untuk melakukan proses booting sistem operasi dan menyimpan data pengguna. Jumlahnya hanya empat buah saja dalam satu hard disk. Jika terdapat sebuah partisi tambahan, maka jumlahnya akan berkurang menjadi tiga buah partisi utama. 

-  Extended Partition atau partisi tambahan, yakni partisi yang dapat menampung beberapa partisi logis. Partisi ini sebenarnya merupakan salah satu jenis dari partisi utama. Jumlahnya hanya boleh satu buah saja. 

-  Logical Partition atau partisi logis, yakni partisi yang tidak dapat digunakan untuk melakukan proses booting sistem operasi, dan hanya dapat menyimpan data pengguna. Jumlahnya tidak dibatasi, artinya dalam satu hard disk boleh terdapat banyak logical partition yang menginduk kepada satu buah partisi tambahan.

Wednesday, 29 October 2014

NTP Server dengan Clientnya Linux Desktop

NTP Server dengan Clientnya Linux Desktop

Saya disini akan mengeshare cara mengkonfigurasi NTP Server dengan Clientnya Linux Dekstop, jika anda ingin mendownload Video Tutorialnya, klik disini. Jika ingin melihat Video Tutorialnya ada dibawah ini:

  
Semoga Bermanfaat :)

NTP Server dengan Clientnya Windows

NTP Server dengan Clientnya Windows

Saya disini akan mengeshare cara mengkonfigurasi NTP Server dengan Clientnya Windows, jika anda ingin mendownload Video Tutorialnya, klik disini. Jika ingin melihat Video Tutorialnya ada dibawah ini:

  
Semoga Bermanfaat :)

NTP Server dengan Clientnya Server

NTP Server dengan Clientnya Server

Saya disini akan mengeshare cara mengkonfigurasi NTP Server dengan Clientnya Server, jika anda ingin mendownload Video Tutorialnya, klik disini. Jika ingin melihat Video Tutorialnya ada dibawah ini:
 

Semoga Bermanfaat :)

Saturday, 25 October 2014

Penjelasan Supernetting

SUPERNETTING

di dalam membuat suatu jaringan komputer yang sangat besar kita perlu men supernetting jaringan gan alasanya agar:

1. Umumnya jumlah alamat yang tersedia di dalam kelas A dan B terlalu
besar untuk kebanyakan organisasi
 

2. Sedangkan alamat yang tersedia di dalam kelas C hanya 256, ini terlalu
kecil untuk kebanyakan organisasi
 

3. Mempersingkat routing table sebuah router sehingga menghemat memori
Pada router tersebut.
 

4. Menggabungkan jumlah IP yang tidak mencukupi dari sebuah kelas IP Dan
menghindari router.



Supernetting adalah proses menggabungkan dua atau lebih blok IP address menjadi satu kesatuan. Supernetting diterapkan pada network yang cukup besar untuk memudahkan proses routing.Supernetting di sebut juga Classless Inter-Domain Routing atau CIDR.

Subnetting dilakukan untuk tujuan memadukan teknologi dari topologi jaringan yang berbeda, membatasi jumlah node dalam satu segmen jaringan dan mereduksi lintasan transmisi yang ditimbulkan oleh broadcast maupun tabrakan (collision) pada saat transmisi data. Subnetting dilakukan dengan mengambil beberapa bit HOST untuk dijadikan bit NETWORK, sehingga terjadi pemindahan “garis pemisah” antara bit-bit network dengan bit-bit host, dengan memperhatikan kebutuhan jumlah Nomor Host untuk setiap Subnet.

Permasalahan lain yang timbul yaitu suatu network tidak mampu menampung sejumlah Host yang diperlukan (sebagai contoh, jumlah Host maksimum dari kelas C adalah 254 buah), dan jika hal ini terjadi (misalkan jumlah Host yang akan digabung >1000 buah), maka untuk mengatasinya dilakukanlah penggabungan dari beberapa jaringan kelas C.


Gambar 1 Supernetwork dengan anggota > 1000 workstation

Gambar 2 proses superneting



Prosedur Supernetting :

1. Pada Supernet bit Host yang bernilai nol semua berfungsi sebagai Supernet Address, bit Host yang bernilai satu semua berfungsi sebagai Broadcast Address.


2. Pada proses netmasking, IP-Address untuk Supernet-mask ditentukan dengan mengganti semua bit Network dengan bit 1, dan mengganti semua bit Host (termasuk bit Host yang dipinjam dari bit Network) dengan bit 0. Contohnya pembentukan supernet dari gabungan

 4 buah jaringan Kelas-C dengan meminjam 3 bit Network, maka komposisi bit 1 dan bit 0 pada proses netmasking :
Sebelum Subnetting : 110nnnnn.nnnnnnnn. nnnnnnnn.hhhhhhhh
Proses netmasking : 11111111 . 11111111 . 11111111. 00000000
Subnet-mask Kls-C : 255 . 255 . 255 . 0
Setelah Supernetting : 110nnnnn.nnnnnnnn. nnnnnnhh.hhhhhhhh
Proses netmasking : 11111111.11111111.11111100.00000000
Supernet-mask : 255 . 255 . 248 . 0


Contoh soal :
Enam buah jaringan Kelas-C dengan Nomor Network 192.168.32, 192.168.33, 192.168.34, 192.168.35, 192.168.36 dan 192.168.37, yang masing-masing memiliki 254 Host, akan digabungkan membentuk suatu Supernet.
 

a.Tentukan Supernet ID (Address), Host Range dan Supernet Broadcast untuk Supernet tersebut !
Supernet ID (Address), Host Range dan Subnet Broadcast untuk gabungan jaringan tersebut, adalah :
Supernet Address : 192 . 168. 8 . 0
(alternatif lain : 192.168.16.0; 192.168.24.0; 192.168….0;…;
192.168.248.0 )
Broadcast Add: 192.168.15.255
 

Catatan : Yang dibentuk hanya sebuah Supernet.
Supernetmask : 255 . 255 . 248 . 0

Supernet ID: 192.168.8.0
192.168.8.1
.
.
.
192.168.15.254
Broadcast 192.168.15.255

H o s t Range : 192 . 168. 8. 1 – 192 . 168. 8 . 255 = 255
192 . 168. 9. 0 – 192 . 168. 9 . 255 = 256
192 . 168. 10. 0 – 192 . 168. 10 . 255 = 256
192 . 168. 11. 0 – 192 . 168. 11 . 255 = 256
192 . 168. 12. 0 – 192 . 168. 12 . 255 = 256
192 . 168. 13. 0 – 192 . 168. 13 . 244 = 245 +
———————————————- 1524 host

Supernet Broadcast : 192 . 168. 15 . 255
Host-range yang tersedia : 2046 IP-Address.
Host-range digunakan hanya : 6 x 254 = 1524 IP-Address.
Hasil dari proses Supernetting ini mengubah komposisi antara bit Network dengan bit Host, dengan demikian hal ini akan mempengaruhi nilai Network Address, Broadcast Address dan Subnetmask Jaringan. 


Sebagai contoh untuk kasus di atas :
Host dengan IP-Address 192.168.12.81/21 adalah Host yang terdapat pada baris ke 5 dari supernet yang terbentuk. Network Address = 192.168.8.0 ;
Broadcast Address = 192.168.15.255 ; Subnetmask Jaringan = 255.255.248.0
Hal ini bisa juga diperoleh melalui perhitungan sbb. :

Masking 21 bit untuk kelas-C Perhitungan Supernet Mask. : 192.168.12.81/21
IP-Address
192 168 12 81
1100000 10101000 00001100 0 1010001
Supernet Mask
255 255 248 0
11111111 11111111 11111000 00000000
Network Address
192 168 8 0
1100000 10101000 00001000 00000000
Broadcast Address
192 168 15 255
1100000 10101000 00001111 11111111


Sumber: http://sived.wordpress.com/2012/05/12/supernetting-pada-jaringan-komputer/