Slide 1 title

Teknik Komputer Jaringan

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, 17 November 2014

Konfigurasi SAMBA dengan Clientnya OpenSuse

Konfigurasi SAMBA dengan Clientnya OpenSuse


Saya disini akan mengeshare cara mengkonfigurasi SAMBA dengan Clientnya OpenSuse, jika anda ingin mendownload Video Tutorialnya, klik disini. Jika ingin melihat Video Tutorialnya ada dibawah ini:

  
Semoga Bermanfaat :)

Konfigurasi NFS Server dengan Clientnya CentOS

Konfigurasi NFS Server dengan Clientnya CentOS


Saya disini akan mengeshare cara mengkonfigurasi NFS Server dengan Clientnya CentOS, jika anda ingin mendownload Video Tutorialnya, klik disini. Jika ingin melihat Video Tutorialnya ada dibawah ini:

  
Semoga Bermanfaat :)

Sunday, 16 November 2014

Penjelasan SAMBA

1. Sejarah Lahirnya Samba

 


Bertahun lalu, di masa awal PC, IBM dan Sytec mengembangkan sebuah sistem network yang disebut NetBIOS (Network Basic Input Operating System). NetBIOS merupakan software yang menyediakan interface antara program dan hardware network. Pengalamatan dalam NetBIOS menggunakan nama 16 bit yang sekarang dikenal sebagai NetBIOS Name. Di dalam lingkungan Windows NT, NetBIOS Name disebut juga Computer Name. Kemudian Microsoft menambahkan sebuah feature berupa I/O redirection, sehingga sebuah resource local (printer, hard disk) bisa diakses melalui network oleh komputer lain, dengan bentuk, bau dan rasa seperti recource local di komputer yang sedang mengakses tersebut. Jika anda pengguna LAN Manager atau MS-DOS Client, anda tentu familiar dengan command "Net use drive: \\computer name\share name" atau pengguna Windows dengan perintah Map Network Drive. Keduanya membuat satu remote resource di komputer yang menjalankan perintah tersebut seolah-olah berada di komputer itu.

Microsoft menyebut penambahan feature ini sebagai NetBEUI. Hal ini yang kemudian disalah artikan bahwa NetBEUI merupakan protokol standar dalam lingkungan network dari Microsoft. Padahal nama dari I/O Redirection dari NetBEUI adalah SMB (Server Message Block) atau menurut istilah Microsoft CIFS (Common Internet File System). Keterangan lengkap mengenai protokol SMB ini bisa dibaca di RFC 1001 dan 1002.

Dalam protokol standar LAN Manager dan Windows (NetBEUI, alias SMB, alias CIFS), hal terpenting yang menjadi urat nadinya adalah kemampuan file dan print sharing, serta kemampuan browsing. Kemudian dengan munculnya NT, ditambahkan dua feature tambahan yaitu authentication dan authorization untuk setiap servis yang akan diakses. Jadi jika kita bicara NetBEUI, sebenarnya ada 2 komponen yang terdapat di dalamnya; (1) NetBIOS sebagai pengenal komputer yang satu dengan lainnya dan (2) I/O Redirection sebagai fasilitas untuk memberikan share dan mengakses shared resources komputer lain.
 
Bulan Desember 1991, merupakan sejarah kelahiran Samba Server, yang dibuat oleh seorang Andrew Tridgell, mahasiswa PhD (Doktor) Ilmu Komputer di Australian National University (ANU), Canberra, Australi. Singkatya, tahun 1992 project Samba dibuat untuk mengatasi persoalan yang muncul dikala dia hendak menghubungkan komputer miliknya (Linux) dengan komputer (Ms.Windows). (Sebenarnya samba telah dibuat sebelumnya namun belum diporting ke Sistem Operasi Linux.  Tahun 1992, merupakan awalnya berdiri team Samba yang pada waktu itu beranggotakan Jeremy Allison, Jochen Hupert, Matthew Harrell, Frank Varnavas dan beberapa hacker lain yang tersebar diseluruh dunia.


2. Pengertian samba


Samba Server merupakan sebuah protokol yang dikembangkan di Sistem Operasi Linux untuk melayani permintaan pertukaran data antara mesin Ms. Windows dan Linux.
Disamping untuk melayani file sharing antara Windows dan Linux, Samba juga merupakan salah satu protokol yang digunakan di Sistem Operasi Linux untuk melayani pemakaian data secara bersama-sama.
 
 Apa kira-kira yang menjadi dasar pengembangan Samba? Sebenarnya yang menjadi dasar dari pengembangan Samba adalah protokol SMB yang merupakan singkatan dari Server Message Block yang merupakan protokol standard yang dikeluarkan oleh Microsoft yang digunakan oleh Windows. Fungsi SMB dalam Windows adalah sebagai protokol yang digunakan untuk membagi data, baik dari perangkat CD-ROM, hard disk, maupun perangkat keluaran seperti printer dan plotter untuk dapat digunakan bersama-sama.

Berikut adalah beberapa pengertian dari SAMBA :
 
a. Samba adalah program yang dapat menjembatani kompleksitas berbagai platform system operasi Linux(UNIX) dengan mesin Windows yang dijalankan dalam suatu jaringan komputer. Samba merupakan aplikasi dari UNIX dan Linux, yang dikenal dengan SMB(Service Message Block) protocol. Banyak sistem operasi seperti Windows dan OS/2 yang menggunakan SMB untuk menciptakan jaringan client/server. Protokol Samba memungkinkan server Linux/UNIX untuk berkomunikasi dengan mesin client yang mengunakan OS Windows dalam satu jaringan.

b. Samba adalah sebuah software yang bekerja di sistem operasi linux, unix dan windows yang menggunakan protokol network smb (server massage block). Smb adalah sebuah protokol komunikasi data yang juga digunakan oleh Microsoft dan OS/2 untuk menampilkan fungsi jaringan client-server yang menyediakan sharing file dan printer serta tugas-tugas lainnya yang berhubungan.



3. Fungsi dari Samba Server

a. Menghubungkan antara mesin Linux (UNIX) dengan mesin Windows. Sebagai perangkat lunak cukup banyak fungsi yang dapat dilakukan oleh samba software, mulai dari menjembatani sharing file, sharing device, PDC, firewall, DNS, DHCP, FTP, webserver, sebagai gateway, mail server, proxy dan lain-lain. Fasilitas pengremote seperti telnet dan ssh juga tersedia. Salah satu keunggulan lainnya adalah adanya aplikasi pengaturan yang tidak lagi hanya berbasis teks, tetapi juga berbasis grafis yaitu swat. Menempatkan masin Linux/UNIX sebagai PDC (Primary Domain Controller) seperti yang dilakukan oleh NT dalam jaringan Wondows.

b. Samba PDC (Primary Domain Controller) bertujuan sebagai komputer yang akan melakukan validasi user kepada setiap client yang akan bergabung dalam satu domain tertentu, dengan kata lain hanya user yang terdaftar yang diijinkan masuk ke domain tersebut dan mengakses semua fasilitas domain yang disediakan.

c. Dapat berfungsi sebagai domain controller pada jaringan Microsoft Windows.  



4. Keunggulan SAMBA 

Keunggulan SAMBA sebagai berikut:

- Gratis atau free
- Tersedia untuk berbagai macam platform
- Mudah dikonfigurasi oleh administrator
- Sudah terhubung langsung dengan jaringan
- Mudah dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan administrator
- Mempunyai performa yang maksimal.
- Jarang ditemui masalah dalam penggunaannya di  jaringan
- Dapat diandalkan karena jarang terjadi kesalahan.

Thursday, 13 November 2014

Penjelasan NFS (Network File System)


A. Pengertian NFS

NFS (Network File System) adalah sebuah protokol berbagi pakai berkas melalui jaringan. NFS ini meng-share file ataupun resource melalui network atau jaringan tanpa peduli sistem operasi yang digunakan apa. NFS merupakan sebuah sistem berkas terdistribusi yang dikembangkan oleh Sun Microsystems Inc. pada awal dekade 1980-an yang menjadi standar de facto dalam urusan sistem berkas terdistribusi. NFS didesain sedemikian rupa untuk mengizinkan pengeksporan sistem berkas terhadap jaringan yang heterogen (yang terdiri dari sistem-sistem operasi yang berbeda dan platform yang juga berbeda). Teknologi NFS ini dilisensikan kepada lebih dari 200 vendor komputer dan jaringan, dan telah dibuat implementasinya pada banyak platform dan sistem operasi, termasuk di antaranya adalah UNIX, GNU/Linux, Microsoft Windows, dan lingkungan mainframe.
 

NFS dapat mengizinkan klien-klien untuk menemukan dan mengakses berkas yang disimpan di dalam server jaringan jarak jauh. Memang, desain awal spesifikasi NFS dikhususkan untuk penggunaan dalam jaringan lokal (LAN) dan tidak dioptimalkan untuk penggunaan dalam WAN. Tapi, versi NFS 3 yang digunakan saat ini dapat digunakan dalam jaringan WAN, sebaik ketika ia bekerja di dalam LAN. Fitur-fitur yang dimiliki oleh NFS versi 3 adalah sebagai berikut:

  • Mendukung ukuran berkas hingga satuan Terabyte, dengan menggunakan indikator ukuran berkas hingga 64-bit (pada versi sebelumnya, hanya mengimplementasikan indikator ukuran berkas hingga 32-bit saja, sehingga total ukuran berkas maksimum adalah 4 gigabyte).
  • Ukuran maksimum paket data yang didukung adalah 64 Kilobyte (pada versi sebelumnya, hanya mencapai 8 KB untuk tiap paketnya, sehingga lebih lama dalam melakukan transfer data dari satu host ke host lainnya yang menjalankan NFS).
  • Dapat memilih apakah hendak menggunakan protokol lapisan transport UDP atau TCP (pada versi sebelumnya, NFS hanya menggunakan protokol lapisan transport UDP sehingga kurang bagus diimplementasikan dalam jaringan WAN).
  • Server dapat melakukan penge-cache-an terhadap request yang dilakukan oleh klien.
B. Implementasi Standar NFS

NFS diimplementasikan sebagai sebuah sistem client/server yang menggunakan perangkat lunak NFS server dan NFS client yang berjalan di atas workstation. NFS Server akan menggunakan protokol NFS untuk mengekspor sistem berkas yang dimilikinya kepada klien NFS agar dapat dibaca ole klien, seolah-olah sistem berkas remote tersebut merupakan sistem berkas yang dimiliki oleh klien secara lokal. Sedangkan NFS Client Menyiapkan direktori yang dipakai untuk menampung sharing direktori dari server, kemudian melakukan konfigurasi pengambilan file lewat sharing dengan tempat penampungan telah disiapkanImplementasi standar NFS biasanya seperti item-item berikut ini:

1. Server akan mengimplementasikan daemon NFS (dijalankan sebagai nfsd secara default).NFS ini akan berjalan dan memungkinkan data yang di-share tersedia dan bisa diakses oleh client

2. Administrator server berhak menentukan bagian-bagianyang di-share. Semuanya akan diletakkan di file/etc/export command exportfs.

3. Administrator security di server memungkinkan hanya client yang valid yang dapat mengakses file NFS yang di-share.

4. Konfigurasi jaringan memastikan bahwa client bisa mengakses melalui sistem firewall.. Request dari client harus ada untuk mengekspor data, biasanya menggunakan command mount.

6. Jika semua berjalan lancar, user dari client bisa melihat dan berinteraksi dengan file di jaringan seolah-olah berinteraksi di komputer sendiri.  

C. Keuntungan dari NFS

Penggunaan NFS tentunya membawa keuntungan bagi organisasi yang mengimplementasikannya , diantaranya :

  • Workstation lokal dapat menggunakan space storage yang lebih sedikit karena data yang sering diakses oleh banyak orang  atau yang memakan banyak space dapat disimpan dalam NFS Server dan tetap dapat diakses oleh banyak orang.

  • Tidak perlu dibuat direktori Home yang terpisah ditiap workstation. Direktori Home untuk setiap user dapat dibuat di NFS Server dan tiap user dapat mengaksesnya melalui jaringan.
  • Penggunaan NFS memungkinkan manajemen yang tersentralisasi. Manajemen yang tersentralisasi ini dapat mengurangi pekerjaan administrator dalam melakukan back-up  dan menambahkan software yang digunakan banyak orang .

D. Kelemahan NFS

NFS juga memiliki beberapa kelemahan , khususnya dalam hal performa dan keamanan. Sebagai File System yang berbasiskan Network , NFS sangat sensitif terhadap kepadatan jaringan.  Trafik tinggi pada jaringan dapat menurunkan performa NFS , begitu juga aktifitas yang tinggi pada storage akan mempengaruhi performa NFS. Pada NFS client terlihat lambat karena proses membaca dan menulis  pada storage membutuhkan waktu yang lebih lama. Jika File System yang di ekspor sedang tidak tersedia ketika sebuah client mencoba melakukan mount , sistem dari client akan crash, meskipun permasalahan ini dapat dikurangi dengan menggunakan mount yang spesifik. Dan karena NFS itu tersentralisasi jika storage yang di-mount oleh berbagai client tiba-tiba crash karena suatu sebab , maka tidak akan ada yang dapat mengakses storage tersebut.

NFS juga memiliki permasalahan dalam keamanannya, karena NFS didesain dengan asumsi jaringannya itu aman. Kelemahan utama dari keamanan dari NFS ialah NFS itu berdasarkan RPC , yang tidak lain merupakan target utama dari serangan. Hal ini dapat menyebabkan informasi yang seharusnya tidak di-mount menjadi terekspos di internet yang berada di dalam Firewall maupun diluar. Meskipun berada di dalam Firewall , menyediakan akses ke seluruh user untuk semua file memberikan  resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan yang didapat. Oleh karena itu seorang Administrator Sistem harus jeli dalam membatasi akses user dan permission untuk file-file tertentu pada direktori atau file system yang di-mount.  NFS juga memiliki fitur yang berpotensial meningkatkan resiko keamanan. Contohnya jika root user  di suatu client melakukan mount pada NFS export, maka diharapkan root pada client tidak memiliki hak sebagai root pada file system yang di mount. Secara default, NFS telah mencegahnya dengan prosedur yang dinamakan root squashing , namun apabila tidak hati-hati bisa saja seorang Administrator menghapus prosedur tersebut.

E. Cara Kerja NFS


 


Ketika client ingin mengakses suatu file melalui NFS , kernel melakukan RPC(Remote Procedure Call) melalui TCP/UDP ke nfsd (NFS daemon) pada server. RPC ini menggunakan file handle , nama file atau direktori yang ingin diakses, dan user id dan grup id dari client sebagai parameter.  Parameter ini digunakan untuk menentukkan apakah client berhak mengakses file tersebut. Untuk mencegah user yang tidak berhak membaca dan memodifikasi file , user dan group id harus sama untuk kedua hosts. Setelah akses diberikan , client dapat mengaksesnya seolah – olah file atau direktori berada pada local disk.

Monday, 10 November 2014

Hubungan Hardware dengan Kernel, Shell, dan Users

Hubungan Hardware dengan Kernel, Shell, dan User



Saya disini akan mengeshare Hubungan Hardware dengan Kernel, Shell, dan User. terlebih dahulu, saya ingin memberikan pengertian tentang Hardware, Kernel, Shell, dan User.

- Perangkat keras (Hardware) adalah merupakan komponen-komponen atau semua bagian-bagian berbentuk fisik yang ada di komputer.

- Kernel adalah jembatan antara hardware dan aplikasi-aplikasi yang menerjemahkan bahasa software sehingga mampu di mengerti oleh hardware dan hardware akan segera memprosesnya sesuai dengan permintaan. Akibatnya hal tersebut memungkinkan pengguna untuk menggunakan atau bekerja dengan komputernya melalui software.

- Shell dalam komputer adalah salah satu jenis bawaan program sistem operasi (seringnya merupakan program terpisah dari inti sistem operasi) yang menyediakan/menjembatain langsung antara pengguna (user) dan sistem operasi.

- User adalah setiap orang yang terlibat dalam kegiatan pemanfaatan komputer atau sistem pengolahan data. Brainware juga dapat diartikan sebagai perangkat intelektual yang mengoperasikan dan mengeksplorasi kemampuan dari hardware komputer maupun software komputer. Tanpa adanya brainware ini mustahil hardware dan software yang canggih sekalipun dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Jika anda ingin download documentnya, anda bisa download disini atau anda ingin melihat documentnya tanpa mendownloadnya. Anda bisa lihat dibawah ini:

Sunday, 9 November 2014

Perlawanan Rakyat Mataram kepada Belanda

Perlawanan Rakyat Mataram kepada Belanda

Saya disini akan mengepost "Perlawanan Rakyat Mataram kepada Belanda". apabila anda ingin mendownload documentnya klik disini, jika ingin melihat documentnya saja tanpa mendownload. anda bisa melihat dibawah ini:


Friday, 7 November 2014

Penjelasan Master Boot Record (MBR)

Master Boot Record (MBR)

Master Boot Record (MBR) adalah tipe spesial dari boot sector saat awal hardisk komputer di partisi. MBR memegang informasi tentang logical parisi, yang berisi file system, yang mengatur sistem tersebut. Selain itu, MBR juga berisi kode exe yang berfungsi sebagai sistem operasi yang berdiri sendiri sebagai rantai pengatur paritsi dari Volume Boot Record (VBR).

MBR tidak hadir pada removable storage yang tidak terpartisi seperti Floppy, CD, DVD, Flashdisk atau alat penyimpanan lain yang berfungsi seperti perangkat tersebut. Awalnya konsep MBR telah diterapkan pada tahun 1983. Dengan volume penyimpanan yang sekarang sudah semakin besar hingga 2 TB, MBR sepertinya sudah menjadi pembatas pada tahun 2010. Kini beberapa proses MBR digantikan dengan GUID Partition Table (GPT) yang digunakan oleh komputer baru. GPT bisa berdampingan dengan MBR yang berfungsi untuk memberikan kompatibilitas pada system yang lama.

Pada saat melakukan proses booting, Master Boot Record memiliki tugas-tugas berikut ini:

1. Mencari partisi yang aktif (yang dapat melakukan proses booting) dalam tabel partisi
2. Mencari sektor pertama dari partisi yang aktif untuk mendapatkan boot sector dari partisi
3. Memuat salinan boot sector dari partisi yang aktif ke dalam memori
4. Memberikan kontrol selanjutnya kepada kode yang dapat dieksekusi di dalam boot sector

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/7/71/Struktur-MBR.png/200px-Struktur-MBR.png

Fungsi Master Boot Record


- Menyimpan informasi tentang Sistem Operasi kemudian akan dibaca oleh Bios
- Menyimpan Boot loader
- Menyimpan Tabel Partisi

Skema Partisi Master Boot Record 
             

Skema Partisi Master Boot Record (MBR) sebuah skema partisi yang menggunakan struktur Master Boot Record. Di dalam Master Boot Record, terdapat sebuah tabel partisi yang menjelaskan di mana partisi-partisi diletakkan di dalam hard disk. Skema partisi ini hanya terdapat di dalam sistem Intel x86, dan diimplementasikan dalam system BIOS sistem tersebut.

Dalam skema partisi ini, partisi terbagi menjadi tiga buah jenis, yakni:

-  Primary Partition atau partisi utama, yakni partisi yang dapat digunakan untuk melakukan proses booting sistem operasi dan menyimpan data pengguna. Jumlahnya hanya empat buah saja dalam satu hard disk. Jika terdapat sebuah partisi tambahan, maka jumlahnya akan berkurang menjadi tiga buah partisi utama. 

-  Extended Partition atau partisi tambahan, yakni partisi yang dapat menampung beberapa partisi logis. Partisi ini sebenarnya merupakan salah satu jenis dari partisi utama. Jumlahnya hanya boleh satu buah saja. 

-  Logical Partition atau partisi logis, yakni partisi yang tidak dapat digunakan untuk melakukan proses booting sistem operasi, dan hanya dapat menyimpan data pengguna. Jumlahnya tidak dibatasi, artinya dalam satu hard disk boleh terdapat banyak logical partition yang menginduk kepada satu buah partisi tambahan.